Install WineHQ di Linux Ubuntu (16.04 LTS, 18.04 LTS, dan 19.04 LTS)

Agustus 7, 2019


WineHQ atau Wine merupakan software yang bertujuan agar pengguna Unix dan X-windows dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang hanya dapat dijalankan pada platform Microsoft Windows. Singkatnya kalian para pengguna Linux dapat menjalankan aplikasi-aplikasi Windows (.exe) tanpa harus dual boot PC atau menjalankan Virtual Machine.


Proyek software ini dimulai pada tahun 1993 yang terinspirasi dari dua produk besutan Sun Microsystem yaitu Windows Application Binary Interface (WABI) untuk sistem operasi Solaris dan Public Windows Interface (PWI). Saat projek ini dimulai Wine masih berlisensikan MIT. Selang 9 tahun kemudian pada Maret 2002 lisensi Wine yang sebelumnya MIT diganti menjadi LGPL. Kemudian pada Oktober 2005 Wine mulai rilis versi 0.9 Beta. Versi terbaru Wine sekarang adalah 4.0.1.


Oh ya ngomong-ngomong nama WINE sendiri merupakan singkatan dari Wine Is Not A Emulator tapi beberapa orang masih ‘bandel’ dengan menyebutnya Windows Emulator. Oke sudah selesai perkenalan singkat Wine, sekarang saatnya instalasi. Untuk instalasinya di sini saya menggunakan Ubuntu versi 18.04 LTS.


Setup PPA Wine

Sebelum memulai tahap instalasi sebagai peringatan bagi kalian yang sebelumnya pernah menginstall wine dari repositori lain, diharuskan untuk menghapusnya termasuk paket apa pun yang bergantung padanya seperti, wine-mono, wine-gecko, winetricks, dan lain-lain, sebelum kalian mencoba untuk menginstal paket WineHQ, karena dapat menyebabkan konflik dependensi. Selain itu semenjak Wine 4.5 paket wine-devel untuk ubuntu versi 18.04 LTS, 18.10, dan 19.04 LTS memerlukan paket libfaudio0 sebagai depedensinya.


Nah karena distro terkait tidak menyediakannya, paket libfaudio0 dapat diunduh dari OBS. Kunjungi link https://forum.winehq.org/viewtopic.php?f=8&t=32192 untuk detailnya yah. Sekian dan terimakasih.


Setelah permasalahan di atas teratasi kita berlanjut ke tahap pertama dalam instalasi Wine yaitu buka terminal, kemudian khusus untuk yang komputernya berasitektur 64-bit wajib aktifkan juga arsitektur 32 bit dengan cara:


sudo dpkg --add-architecture i386

Download dan tambahkan repositori key-nya


wget -nc https://dl.winehq.org/wine-builds/winehq.key
sudo apt-key add winehq.key

Atau bisa juga dengan cara seperti ini


wget -qO - https://dl.winehq.org/wine-builds/winehq.key | sudo apt-key add -

Lalu tambahkan repositori wine sesuai versi Ubuntu kalian.


# Ubuntu 16.04 LTS
sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ xenial main'

# Ubuntu 18.04 LTS
sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ bionic main'

# Ubuntu 19.04 LTS 
sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ disco main'

Karena saya di sini pakai Ubuntu versi 18.04 LTS.



Install WineHQ di Ubuntu

Setelah setup PPA selesai, sekarang mulai tahap instalasi. Ada 3 macam versi Wine tergantung penggunaan


# Stable Branch
sudo apt install --install-recommends winehq-stable

# Development Branch
sudo apt install --install-recommends winehq-devel

# Stagging Branch
sudo apt install --install-recommends winehq-staging

Bagi kalian yang hanya menggunakan Wine untuk keperluan sehari-hari cukup gunakan yang stable.


# Stable Branch
sudo apt install --install-recommends winehq-stable

Cek Wine dan Versinya

Untuk memastikan wine sudah terinstal


sudo dpkg -l

Untuk cek versi Wine


wine --version

Uji Coba Wine

Untuk uji coba di sini saya memiliki sebuah game bernama Emperor – Rise Of The Middle Kingdom dengan ektensi filenya .exe. Kita run game tersebut dengan Wine. Maka hasilnya seperti ini.


Tahap instalasi game


Dan akhirnya…


Nah karena tadi game sudah diinstal ke dalam pc kita maka kita bisa memainkannya kapan saja.


Gimana? Tertarik mencoba Wine? terutama bagi kalian yang masih belum bisa move on dari Windows? HAHAHA :p


Jangan lupa tinggalkan komentar kalian yah 🙂


Kategori