23 CMS Berbasis Laravel yang Bisa Kalian Gunakan Membangun Website

Oktober 2, 2019


Content Management System atau biasa disingkat CMS merupakan sebuah sistem atau perangkat lunak atau kumpulan tool yang tujuan dibuatnya untuk mempermudah user membuat, mengolah, dan memodifikasi website beserta isinya. Dengan adanya CMS akan mempersingkat waktu kita membuat website, jadi kita tidak perlu lagi bersusah payah membuat website dari nol. Sudah banyak CMS yang diciptakan di internet dan masih terus dikembangkan. WordPress, Joomla, dan Drupal adalah contoh kecil dari sekian banyak CMS yang masih eksis hingga sekarang.


Btw, berbicara mengenai website. Selain menggunakan CMS kini dalam pembuatannya kita lebih dimanjakan lagi dengan istilah ‘web framework’. Apa itu web framework? web framework merupakan kerangka kerja yang membuat kita dengan mudah dan cepat membuat sebuah website.


Apa bedanya dengan CMS? nanti kita akan jelaskan di artikel selanjutnya.


Salah satu web framework yang saat ini paling populer dikalangan programmer adalah Laravel. Ditulis dengan bahasa pemrograman PHP yang memiliki komunitas besar ditambah lagi dia (laravel) open source, membuat laravel dengan cepat menjelma menjadi web framework paling populer saat ini. Banyak orang yang tertarik berkontribusi untuk menyempurnakannya dan banyak juga yang membuat projek dengan basis framework ini tak terkecuali projek yang berkaitan dengan CMS.


Nah dari penjelasan sedikit panjang tadi, kopiding.in akan membagikan daftar 23 CMS yang menggunakan laravel sebagai basisnya, jadi bagi kalian yang ingin membuat website dengan menggunakan teknologi berbeda dari yang lain dan tidak ingin membuang-buang waktu dengan membuatnya dari nol, bisa nih pakai salah satu CMS laravel pada daftar yang di bawah ini. Oke kalau begitu langsung saja scroll ke bawah ya. 🙂



October CMS

Posisi pertama ada October CMS, yang merupakan CMS open source berbasis laravel besutan 2 programmer dan ahli desain UX dari Kanada dan Australia yang bernama Alexey Bobkov dan Samuel Georges. October CMS mengusung tema yang simpel, fleksibel, dan modern. Selain itu October CMS mudah dipelajari dan digunakan, membuatnya memiliki komunitas terbesar diantara CMS berbasis Laravel yang lain. Terdapat 700 lebih tema dan plugin yang dapat diinstal pada CMS ini.


Pada tahun 2018 October CMS mendapat penghargaan dari CMS Critic Awards dalam kategori Best Flat File CMS, membuatnya semakin dipercaya baik oleh komunitasnya ataupun oleh pengguna baru yang ingin menggunakannya. Hingga saat ini sudah lebih dari 79.000 kali orang-orang di seluruh penjuru dunia menginstal October CMS.


Statamic

Statamic merupakan CMS berbayar yang dibangun sejak April 2012 dan ditulis ulang menggunakan laravel pada tahun 2016 oleh desainer web Jack McDade dkk. Statamic memiliki komunitas yang terbilang besar dan sebanyak lebih dari 25.650 developer mendaftarkan diri untuk menggunakan statamic. Statamic memiliki fitur yang powerful, membuatnya mampu melakukan alur kerja dan model konten yang tidak mungkin dilakukan pada platform lain sehingga Statamic banyak dipercaya oleh beberapa brand terkemuka salah satunya Disney. Walaupun berbayar statamic masih mengizinkan kita untuk mencicipi versi gratisnya dengan mengirim email kita ke pihak statamic dan tenang saja statamic berjanji tidak akan pernah membagikan email kalian ke siapa pun.


Asgard CMS

Selanjutnya kita memiliki Asgard CMS, CMS yang berafiliasi dengan PHP Storm yang merupakan produk buatan JetBrains ini juga tidak kalah keren dan modern dari October CMS. Asgard CMS dibangun oleh Nicolas Widart dan telah terinstal hampir 51.000 kali. Asgard CMS merupakan CMS open source berbasis laravel, memiliki banyak kelebihan antara lain multi bahasa, mudah digunakan, kaya akan modul, support PHP 7, responsif, user friendly, dan masih banyak lagi. Selain itu untuk sisi adminnya Asgard CMS menggunakan tema Admin LTE.


Pyro CMS

Berbicara tentang seberapa cepat CMS membangun suatu website yang diinginkan user maka kita bisa rekomendasikan Pyro CMS. CMS yang dibangun oleh Ryan Thompson ini sangat mudah digunakan, memiliki tampilan bersih dan tentunya responsif. Komponennya dibangun di atas pola dan prinsip standar seperti API. Jadi akan memudahkan tim dalam membangun komponen bersama. Pyro CMS juga memiliki versi Pro jika kalian ingin menggunakannya demi website yang lebih mutakhir dan aman. Pyro CMS sudah diinstal sebanyak lebih dari 46.000 kali.


Grafite

Grafite CMS adalah CMS multibahasa terpisah yang dapat dengan mudah kita integrasikan ke aplikasi berbasis laravel lain milik kita. Grafite CMS dikembangkan oleh Matt Lantz, memiliki banyak kelebihan seperti memudahkan kita dalam mengkustom modul dan tema, menyediakan fitur untuk mengelola konten seperti widget, menu, gambar, file, halaman, blog, galeri, dan lain-lain, hingga fitur rollback saat terjadi kecelakaan ketika data yang telah kita buat hilang. Untuk teknologi front-end, Grafite menggunakan teknologi Bootstrap 4. Jadi otomatis layout yang dimilikinya sudah dapat dijalankan pada pelbagai perangkat alias responsif. Sebenarnya Grafite memiliki ‘anak’ yang berbasis laravel juga bernama Quarx CMS, namun sayang CMS tersebut sudah tidak didukung lagi.



Lavalite

Selanjutnya kita punya cms dengan tampilan yang paling oke. Lavalite, merupakan CMS gratis dan open source berbasis laravel, dikembangkan oleh Renfos Technologies Pvt. Ltd. CMS ini mempunyai tampilan yang modern, elegan, dan simpel. Selain itu Lavalite juga mudah dikustom serta memiliki layout yang pastinya responsif. Karena Lavalite merupakan CMS berbasis Laravel maka dia sudah menggunakan konsep MVC (Model View Controller) dalam penerapannya. Hingga artikel ini ditulis Lavalite CMS sudah diinstal hampir 30.000 kali.


MicroWeber

Tidak punya ilmu koding? Tapi ingin buat web? Tenang Microweber dapat membantu kalian dalam membangun sebuah website impian. Microweber merupakan CMS open source dan bisa kalian download secara gratis, dia memberi kebebasan pada penggunannya dalam mendesain sebuah website karena dia memiliki fitur seperti drag and drop, live edit, real time text writting, dan masih banyak lagi yang membuat kalian mudah mengkustomnya. Microweber sangat cocok digunakan ketika kalian ingin membuat web seperti ecommerce atau blog, karena fitur-fitur pendukungnya juga sudah tersedia. Selain menggunakan teknologi Laravel, Microweber juga menggunakan teknologi seperti bootstrap, jQuery, dan teknologi lainnya. CMS yang mendapatkan penghargaan Excellence in Innovation untuk tahun 2018 ini hingga sekarang sudah didownload dan diinstall lebih dari 48.000 orang di dunia.


Devise

Devise membawa gaya baru dalam dunia CMS berbasis laravel, dia memiliki banyak keunggulan seperti fleksibel dalam mengolah konten, iterasi yang cepat, serta memiliki tools yang bagus untuk mempermudah pengembang beserta tim dalam membangun dan memelihara website. Keunggulan lain yang membuatnya berbeda dari CMS berbasis laravel kebanyakan adalah adanya fitur untuk mempermudah dalam pengolahan aset seperti foto dan video.


AvoRed

Adalah CMS ecomerce laravel pengganti Mage2 CMS yang bersifat open source, AvoRed menyediakan pelbagai fitur standar yang dimiliki sebuah ecommerce pada umumnya. Ada pun beberapa fiturnya seperti mobile friendly, manajemen produk, pemesanan, kustomer, hingga SEO. Selain itu AvoRed juga sangat bersahabat dengan para developer, artinya AvoRed mudah untuk dibangun dan dikembangkan bersama.


Canvas

Ingin membuat website bertema blog pribadi? Kalian bisa mencoba CMS satu ini namanya Canvas. Canvas merupakan platform yang ditujukan untuk penulisan dan penerbitan konten artikel. Adapun fiturnya seperti statistik penerbitan, tersedianya tool untuk mengedit konten artikel, berbagi artikel ke media sosial, tema light dan dark yang semakin memanjakanmu dalam membuat artikel, dan masih banyak lagi. Canvas memiliki tampilan yang sederhana dan simpel dengan paduan warna pokok hitam dan putih.



Photon

CMS gratis dan open source berikutnya adalah Photon CMS. Photon dikatakan merupakan konten manajemen sistem API pertama yang berbasis laravel, mudah dipahami walaupun oleh seorang programmer junior dan mudah untuk digabungkan demi pengembangan bersama oleh tim. Terdapat 3 versi Photon CMS dengan lisensi berbeda, salah satunya versi gratis yang sudah memiliki fitur mumpuni, namun lisensi ini hanya diperbolehkan untuk projek personal tidak boleh digunakan untuk komersil. Untuk kontrol panelnya Photon menggunakan library sekaligus framework javascript yang saat ini sedang naik daun, Vue js.


Botble

Satu lagi CMS laravel berbayar adalah Botble. Botble dibangun oleh Sang Nguyen dkk dengan memanfaatkan banyak library javascript dan framework CSS seperti Bootstrap. Botble kini juga telah menyediakan cara pemasangan dengan user interface yang cantik. Alasan lain kenapa memilih Botble adalah karena botble juga sangat responsif, memiliki fitur manajemen media dan blog yang siap digunakan, desain yang cantik dan mudah dikustom, tersedianya banyak tema yang modern dan powerful. Pada situs resmi Botble juga disediakan demo dari CMS itu sendiri, jadi kalian bisa mengetesnya langsung sebelum membelinya.


Coaster

Merupakan CMS dengan basis laravel yang menghemat ruang dan waktu kalian untuk membangun website idaman, Coaster memiliki banyak fitur yang tidak dimiliki oleh CMS lain seperti WordPress dan Joomla. CMS ini dibangun dengan sangat fleksibel membuatnya mudah dikustom oleh pengguna dan memudahkan pengguna dalam pengelolaan Beacon untuk menyiarkan URL yang mempromosikan informasi dan penawaran khusus ke lokasi yang ditargetkan. Selain itu dengan Coaster, pengguna dapat menentukan waktu yang mereka inginkan untuk menampilkan halaman web. Sesederhana menambahkan rapat ke kalender katanya. Coaster CMS dapat diunduh secara gratis dan pastinya open source.


Orchestra Platform

Orchestra platform merupakan panel admin yang menangani ekstensi Laravel dan manajemen pengguna, ekstensi laravel yang dimaksud di sini mirip dengan plugin pada WordPress yang bisa dihidupkan dan dimatikan dengan mudah. Orchestra dibangun oleh dua orang berkebangsaan Malaysia yang bernama Izuddin Helmi dan Mior Muhammad Zaki. Keuntungan utama menggunakan Orchestra adalah mempercepat kalian dalam membangun dan mengembangkan aplikasi web. Orchestra dibangun dengan 28 komponen yang memanfaatkan semua alat terbaik yang tersedia dengan Laravel dan PHP, serta Orchestra menyediakan banyak paket yang dapat kita gunakan sesuka hati. Jika ingin menggunakan Orchestra lebih powerful kalian bisa memilih paket berbayar sesuai kebutuhan kalian.


Twill

Twill merupakan produk digital berupa CMS yang membawa pengalaman publishing yang intuitif, kuat, dan fleksibel. Twill memiliki fitur yang sangat powerful di setiap aspeknya dan dapat menghemat waktu kalian dalam merancang sebuah website. Twill dapat diunduh gratis dan karena twill bersifat open source, maka kalian dapat memodifikasi kode sumbernya.


Magutti

Magutti adalah CMS gratis dan open source yang menggunakan kerangka kerja laravel sebagai basisnya. Magutti merupakan CMS yang multi bahasa, multi auth, modular, dan dibangun di atas teknologi web yang terbaru. Terbukti, dalam penerapannya Magutti sudah menggunakan teknologi laravel 6 dan bootstrap 4. Hal lain yang menarik dari Magutti adalah sudah tersedianya fitur keranjang belanja dan sistem pembayaran via paypal.


FlyMyShop

Satu lagi CMS yang dibuat khusus untuk ecommerce, perkenalkan namanya FlyMyShop, CMS gratis dan open source ini dibangun oleh Aasis Vinayak. CMS ini sudah menyajikan banyak fitur-fitur standart atau umum yang terdapat pada suatu ecommerce seperti pengguna dapat melihat, mencari, dan membeli produk yang dipasarkan, sebagai admin fitur CRUD produk, kategori, dan halaman toko juga tersedia, FlyMyShop juga dapat diintegerasikan dengan stripe dan pesan telegram, masuk melalui akun facebook juga bisa, tersedia banyak pula tema di sini, dan masih banyak lagi yang dapat kalian telusuri sendiri.



Doptor

CMS berbasis laravel gratis dan open source selanjutnya adalah Doptor. Tidak hanya menjadi sebuah CMS, Doptor juga sekaligus menjadi platform ERP dan EMS yang dibungkus menjadi satu. Dalam interfacenya doptor telah menggunakan teknologi bootstrap, menjadikannya juga CMS yang memiliki layout responsif. Kelebihan lain dari Doptor adalah bahwa CMS ini support di banyak browser seperti  Internet Explorer, FireFox, Chrome, Bing, Opera Mini, Safari, dan lain-lain. Karena berbasis laravel, otomatis doptor juga sudah menerapkan konsep MVC. Kemudian, dalam membangun website dengan Doptor kita tidak perlu harus atau wajib memiliki pengetahuan dalam koding, karena doptor telah menyediakan fitur drag and drop.


Ribbbon

Ribbbon sebenarnya merupakan project manajemen system atau sistem yang ditujukan untuk perencanaan, pengorganisasian, dan pengelolaan seorang pengembang dan timnya agar dapat mencapai tujuan projek itu sendiri. Selain digunakan untuk kerja sama tim, Ribbbon juga menyediakan berbagai fitur untuk klien pemilik projek, jadi klien juga dapat mengawasi sejauh mana proggres dari projek tersebut. Kemudian fitur lain Ribbbon bagi kalian yang seorang developer ‘jomblo’ juga dapat membagikan projek kalian ini ke teman atau orang-orang kepercayaan kalian jika saat pengerjaan projek pribadi ini mengalami kendala.


Typi

Merupakan CMS multibahasa yang dibangun menggunakan laravel. Typi CMS dapat diunduh secara gratis dan tentunya open source. Banyak fitur yang tersedia seperti pengelolaan halaman, acara, berita, terjemahan, dan lain-lain. Hingga saat ini Typi CMS masih aktif, ini dibuktikan dengan ditingkatkannya Typi ke laravel versi terbaru (Laravel 6).


Vuedo

Apa itu Vuedo? Vuedo merupakan CMS gratis dan open source berbasis laravel dan vue. Vuedo menyediakan beberapa fitur dasar untuk sebuah CMS seperti manajemen pos dan media, pos kategori, role user, tool untuk konversi teks ke html (Markdown Editor), hingga Amazon S3 Integration.


Decoy

Decoy dikembangkan oleh Bukwild semenjak tahun 2012. Decoy merupakan CMS laravel gratis dan open source dangan interface admin yang user friendly. CMS buatan Bukwild ini selain fleksibel, dia juga memiliki banyak fitur seperti desain yang menarik, manajemen gambar, encoding video via Zencoder, teks editor WYSIWYG via Redactor, tampilan yang mudah dikustom karena sudah menggunakan teknologi Bootstrap, dan masih banyak lagi. Hingga saat artikel ini ditulis Decoy CMS sudah support laravel 5.6.


Adapt

CMS ini sebenarnya masih versi Beta namun jika kalian ingin mencoba beberapa fiturnya sebelum dirilis secara stabil kalian bisa mencoba menginstalnya. Adapt CMS dikembangkan oleh Charlie Page, dia berharap Adapt mampu seperti CMS terkenal Sandbox jadi dengan begitu setiap orang dapat dengan mudah membangun website impiannya dan bagi seorang programmer dapat dengan mudah menambahkan fungsi-fungsi yang dia inginkan ke dalamnya. Adapt CMS juga tidak kalah modern dari CMS lain, dia menerapkan beberapa teknologi selain laravel sebagai basisnya, Adapt juga membawa Vue Js sebagai library Javascript, SASS untuk compile CSS, dan Semantic UI sebagai framework CSS nya.



Baik, cukup sekian artikel panjang ini yang membahas tentang 23 CMS Berbasis Laravel yang Bisa Kalian Gunakan Membangun Website, jika kalian menemukan CMS laravel lain yang belum ada atau diantara CMS di atas ada yang sudah tidak didukung lagi bisa kalian beritahu kami melalui kolom komentar ya. Serta jika ada salah kata atau kerumitan dalam penjelasan di atas, kami mohon maaf sebesar-besarnya, kami sangat menerima kritik yang membangun. Akhir kata terimakasih banyak dan tetap semangat dalam menimba ilmu. 🙂

Kategori