10 Distro Linux Paling Banyak Dicari di Tahun 2019

Desember 29, 2019


Linux semakin lama semakin berkembang, ini dibuktikan dengan terlahirnya banyak distro baru yang menarik setiap tahun membuat komunitas Linux juga perlahan semakin besar.


Beberapa faktor penyebab terus bertambahnya minat orang-orang untuk mencoba mencicipi linux tak lepas dari semakin user friendly-nya antarmuka setiap distro yang ada, selain itu kebanyakan distro linux memiliki peforma yang baik, cepat, dan bersahabat dengan berbagai perangkat. Namun faktor utama kenapa orang-orang menggunakan Linux pastinya adalah karena Linux itu gratis.


Nah, pada akhir tahun ini kopiding.in sudah merangkum untuk kalian 10 Distro Linux yang paling banyak dicari di tahun 2019. Data yang kami informasikan berasal dari distrowatch dengan memfilter 10 Distro Linux mana saja yang selama 12 bulan terakhir ini memiliki indeks HPD (Hits Per Day) yang besar. Oke kalau gitu tak usah berlama-lama lagi, langsung kita simak bersama.


10. Deepin

Linux Deepin atau Deepin merupakan keluarga linux dari daratan China yang dibuat dengan basis Debian. Sebelum kembali menggunakan basis Debian, terhitung mulai bulan September 2006 hingga April 2015 deepin pernah menggunakan Ubuntu sebagai basisnya. Distro yang juga dikenal dengan nama Linux Hiweed ini seringkali berganti lingkungan desktop seperti IceWM, Xfce, LXDE, GNOME 2 dan 3, serta yang paling terakhir dan sampai saat ini masih dipertahankan adalah Deepin itu sendiri.



9. Zorin

Zorin merupakan sistem operasi berbasis Linux yang memungkinkan para penggunanya untuk mengubah antarmuka menyerupai Windows dan Mac OS. Zorin pertama kali diperkenalkan tanggal 1 Juli 2009 dan masih terus dikembangkan hingga sekarang. Distro yang berada dalam naungan Zorin Group ini sudah didukung lebih dari 50 lebih bahasa di dunia.



8. Fedora

Dirilis 6 Nopember 2003 Fedora atau Linux Fedora adalah projek open source yang dikembangkan oleh Fedora Project milik Red Hat, maka dari itu kenapa nama dari distro satu ini berasal dari jenis topi yang dipakai oleh logo Red Hat. Fedora merupakan distro independen yang berbasis RPM dan Yum dengan lingkungan desktop default dan antarmuka terminal GNOME. Namun lingkungan desktop lain seperti KDE, MATE, LXDE, Xfce, dan Cinnamon juga dapat dipakai dalam distro satu ini.



7. Solus

Solus merupakan distribusi linux yang berasal dari negara irlandia. Distro yang dibangun dengan menggunakan Scratch ini hanya dirilis pada arsitektur koputer 64 bit. Lingkungan desktop default yang digunakannya adalah Budgie yang juga masih berkerabat dengan GNOME. Selain itu lingkungan desktop lain seperti KDE Plasma, MATE, dan GNOME sendiri juga bisa dipasang di sini.



6. Elementary OS

Elementary OS adalah distribusi linux turunan Debian-Ubuntu yang menggunakan Pantheon sebagai desktop environmentnya. Namun pada awalnya elementary adalah sekumpulan paket aplikasi yang ditujukan untuk distribusi Ubuntu. Namun sekarang elementary menjelma menjadi salah satu distro turunan Ubuntu. Semenjak versi Juno 5.0, elementary sudah mampu membangun aplikasi-aplikasi default buatannya sendiri untuk dimasukkan ke dalam sistemnya.



5. Ubuntu

Siapa yang tak kenal distro ‘sejuta umat ini’? Yah Ubuntu merupakan distribusi linux yang memiliki komunitas paling besar diantara distro yang lain, selain itu Ubuntu juga merupakan distro linux yang memiliki banyak ‘anak’ selain Arch dan Debian sendiri. Dengan basis Debian, Ubuntu mampu menggaet banyak orang karena pengoperasiannya yang tidak terlalu sulit dan sangat friendly bagi pemula sekali pun. Ubuntu menggaet GNOME sebagai lingkungan desktopnya, namun kalian juga bisa memasang berbagai lingkungan desktop yang lain di Ubuntu.



4. Debian

Ibu dari distro ‘sejuta umat’ (Ubuntu) ini merupakan salah satu distribusi independen yang hingga kini masih digemari dikalangan pecinta Linux. Faktor yang membuat Debian selalu di 5 besar tidak lepas dari kontribusi Ubuntu yang juga semakin berkembang. Debian memiliki 50.000 lebih paket yang dapat kalian eksplor jika menggunakan distro satu ini beserta turunanya. Berbagai lingkungan desktop dapat dipasang pada distro ini dan yang paling menonjol dari Debian beserta keluarganya adalah sistem manajemen yang dipakainya yaitu APT. Kini debian tersedia lebih dari 70 bahasa di dunia.



3. Mint

Satu lagi distro yang berasal dari negara irlandia yaitu Linux Mint. Linux Mint merupakan distro yang selalu menduduki peringkat satu di tahun-tahun sebelumnya sebagai distro paling populer. Distro yang menggunakan Debian-Ubuntu sebagai basisnya ini mengusung tema yang friendly bagi penggunanya, antarmuka yang dimilikinya juga tak jauh beda dengan sistem operasi Windows maka dari itu sangat cocok juga bagi pemula yang ingin belajar Linux.



2. Manjaro

Posisi dua diduduki satu-satunya distro turunan Arch yang berhasil menembus 5 besar, bernama Manjaro. Karena basisnya Arch, sistem manajamennya menggunakan Pacman. Selain itu Manjaro juga memiliki peforma yang lebih stabil, cepat, aman, dan pastinya user friendly. Untuk komunitas tak kalah dengan Debian-Ubuntu, komunitas Arch-Manjaro juga memiliki pengikut yang besar.



1. MX Linux

Mengusung tema sederhana, mudah dikonfigurasi, dan juga masih memperhatikan antarmuka yang bersahabat, MX Linux merupakan distro stabil dengan basis Debian yang tahun 2019 ini menduduki peringkat pertama sebagai distro linux yang paling banyak dicari. Dengan menggaet Xfce sebagai desktop environmentnya membuat distro satu ini terlihat klasik, simpel, dan pastinya cepat.



Referensi

Kategori